Isu lingkungan menjadi bahasan, yang tidak populis, di tengah pandemic Covid-19, yang menghantam semua sektor. Isu lingkungan kadang menjadi menarik, manakala kasus-kasus lingkungan muncul ke permukaan, sebagai bagian dari konsen publik, utamanya yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Sepanjang tidak ada dampak yang signifikan dan berarti, masyarakat akan bersikap acuh pada isu ini.

Konsentrasi kita menghadapi berbagai krisis multidimensi semakin tampak. Persoalan lingkungan, kesehatan, sosial dan kemanusiaan tanpa henti terus terjadi. Penyebabnya bisa karena hal kecil atau permasalahan besar sekalipun. Intinya, kejadian-kejadian yang tampak dipermukaan, semakin memperlihatkan situasi dan kondisi sosial ekonomi tidak dalam kondisi baik, namun penuh dengan tantangan.

Persoalan lingkungan menjadi bagian yang harus disertakan. Lingkungan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia, baik lingkungan hidup atau lingkungan tak hidup. Semua mempengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai aspeknya. 

Apa yang perlu dilakukan?

Isu lingkungan tetap menjadi bagian penting, pertama isu lingkungan mendapat perhatian tinggi, ditengah berbagai ancaman lingkungan yang dihadapi manusia, dan menjadi bagian dari krisis global, yang membutuhkan perhatian semua pihak. Sehingga, mengambil bagian untuk ikut andil dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan teramat penting.

Tiap orang, baik secara individu atau kelembagaan, dapat melakukan aktivitas yang pro pada lingkungan. Tindakan membuang sampah pada tempatnya, tidak boros dalam menggunakan sumber daya, serta kemampuan menggunakan alat dan bahan bakar secara efektif dan efisien, menjadi contoh tindakan-tindakan yang relevan dilakukan saat ini.

Dalam situasi pandemi Covid-19, pada saat orang bertahan dengan kondisi ekonominya, juga pada saat orang menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, tetap banyak aktivitas, yang dapat dilakukan, yang pro pada lingkungan.